<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ojo dumeh</title>
	<atom:link href="http://antiteori.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antiteori.or.id</link>
	<description>sugih njuk lali karo kancane</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 10:24:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Duit  Mengalahkan Segalanya!</title>
		<link>http://antiteori.or.id/2012/01/17/duit-mengalahkan-segalanya/</link>
		<comments>http://antiteori.or.id/2012/01/17/duit-mengalahkan-segalanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 03:57:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antiteori.or.id/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, tanggal 16 Januari 2012 adalah hari pertama saya masuk kerja setelah kantor mengadakan acara Outbond di Hotel Puri Asri Magelang. Serasa fresh, mungkin setelah sekian lama berkutat di dunia pekerjaan. Tapi apa daya&#8230;. sekitar pukul 09.00 saya ketanggor Penginnya sarapan dikantin, eh malah ketemu sesuatu yang membuat aku nggak &#8220;ngeh&#8221;. Jadilah mulut ini nggambleh]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin, tanggal 16 Januari 2012 adalah hari pertama saya masuk kerja setelah kantor mengadakan acara Outbond di Hotel Puri Asri Magelang. Serasa fresh, mungkin setelah sekian lama berkutat di dunia pekerjaan.<br />
Tapi apa daya&#8230;. sekitar pukul 09.00 saya ketanggor <img src='http://antiteori.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Penginnya sarapan dikantin, eh malah ketemu sesuatu yang membuat aku nggak <em><strong>&#8220;ngeh&#8221;</strong></em>. Jadilah mulut ini nggambleh lagi&#8230;. dan nggak taunya, ada petinggi di kantor ada di kantin itu juga. Duh&#8230;., Gubraks deh! Apes!!<br />
Eh siangnya koq dapat masalah lagi,<br />
Ternyata idiom</p>
<blockquote><p>&#8220;duit mengalahkan segalanya&#8221; ada benarnya.</p></blockquote>
<p>Setelah kajadian pagi tadi, aku dapat panggilan dari pejabat. Setelah beberapa saat ngobrol intinya adalah aku diminta menyelesaikan satu pekerjaan yang menurutku nggak akan mungkin selasai dalam satu hari.<span id="more-10"></span> Tapi kenyataannya  Beliau menginginkan itu. Ternyata eh ternyata ujung ujungnya <strong>DUIT</strong>. Dengan segepok duit apakah semua bisa terselesaikan??? &#8211; aku tidak menjanjikan akan selesai -<br />
Bagiku uang bukan segalanya, yang terpenting adalah mengerjakan perkerjaan dengan tidak kemrungsung dan ngresulo, biarpun di kasih duit segepok kalo sudah nggak sesuai dengan kata hati maka tidak akan berhasil atau terselesaikan.<br />
Dan masih banyak pekerjaan lain yang menurutku lebih penting dibanding yang tadi. Jadi kuanggap itu (pekerjaan) sebagai pekerjaan yang tidak wajib untuk aku kerjakan hari itu. Semua pasti ada jalannya, tapi jangan pesimis! Harus tetap optimis. Walau kita tiap hari mendengar dan melihat acara nya si Mario Teguh, sampai kapanpun nggak ada berpengaruh di kehidupan kita, kalu kita nggak ada reaksi! Semua itu tergantung pada diri anda sendiri, ingin maju??? maka anda harus giat bekerja, bekerja dan bekerja!!  **<em><strong> DMP</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antiteori.or.id/2012/01/17/duit-mengalahkan-segalanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Mempunyai Keterbatasan</title>
		<link>http://antiteori.or.id/2012/01/17/saya-mempunyai-keterbatasan/</link>
		<comments>http://antiteori.or.id/2012/01/17/saya-mempunyai-keterbatasan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 03:27:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antiteori.or.id/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Kisah seorang pemuda  yang mempunyai begitu banyak bakat, keunikan, yang mungkin tidak dimiliki oleh semua orang. Namun dia tetap begitu supel, ramah dan bersahabat dengan dunia sekitarnya. Tidak merasa lebih jika memang dia berada di antara teman bermain. Dia sangat bersyukur, bahwasannya semua bakat, keunikan yang dia miliki merupakan tanggung jawab yang mesti dikembangkannya. Ia]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://antiteori.or.id/wp-content/uploads/2012/01/padi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13" title="padi" src="http://antiteori.or.id/wp-content/uploads/2012/01/padi.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a>Kisah seorang pemuda  yang mempunyai begitu banyak bakat, keunikan, yang mungkin tidak dimiliki oleh semua orang. Namun dia tetap begitu supel, ramah dan bersahabat dengan dunia sekitarnya. Tidak merasa lebih jika memang dia berada di antara teman bermain. Dia sangat bersyukur, bahwasannya semua bakat, keunikan yang dia miliki merupakan tanggung jawab yang mesti dikembangkannya. Ia tidak membanggakan diri dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya. Lalu dia  berkata, ”Saya mau belajar dari ilmu padi. Semakin berisi semakin merunduk.”<br />
Dengan sikapnya seperti itu, pemuda itu punya banyak sahabat. Setiap kali ia menolong mereka yang mengalami kesulitan, ia lakukan dengan sebaik-baiknya. Ia ingin membahagikan mereka. Ia tidak mau lakukan itu setengah-setengah. Namun setiap kali ia membantu sesamanya, ia mengajak mereka untuk bekerja bersamanya. Ia tidak hanya mengandalkan kemampuan dirinya sendiri.<br />
Tentang hal ini, ia berkata,</p>
<blockquote><p>”Saya punya keterbatasan. Saya bisa menjadi hebat berkat kerja sama dengan orang lain. Jadi kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri.”</p></blockquote>
<p>Sahabat, manusia itu makhluk yang tidak sempurna. Manusia itu terbatas. Kita memiliki kelebihan, tetapi kita juga memiliki kekurangan. Tidak ada yang sempurna.<span id="more-5"></span> Karena itu, semua perbedaan yang kita miliki merupakan kekayaan yang dapat membantu kita untuk semakin bertumbuh dan berkembang.<br />
Adalah banyak orang merasa diri sebagai makhluk yang bisa segala-galanya. Mereka memposisikan diri sebagai orang-orang yang ahli dalam segala hal. Akibatnya, mereka tidak memiliki ilmu padi. Mereka mendongakkan kepala, membusungkan dada, menyatakan diri sebagai orang-orang yang terhebat di dunia ini. Namun ketika mereka mesti masuk dalam dunia yang nyata, frustrasi demi frustrasi yang justru mereka temukan. Mereka mudah terpuruk, ketika godaan dan tantangan menimpa diri mereka. Mereka tidak mudah bertahan dalam badai yang menerjang.</p>
<p>Kisah pemuda yang mempunyai bakat dan kemapuan lebih tadi menjadi inspirasi bagi kita. Apa pun yang kita punya mesti kita kembangkan dengan sepenuh hati. Belajar untuk merendahkan diri menjadi suatu keutamaan yang mesti menjadi bagian dari hidup kita. Meski kita memiliki berbagai kemampuan dan talenta, kita mesti berjuang untuk setia mengembangkannya. Untuk apa? Untuk kesejahteraan diri kita dan sesama kita.<br />
Situasi belajar terus-menerus mesti kita ciptakan. Mengapa? Karena ilmu pengetahuan selalu berkembang terus-menerus. Orang yang mau belajar terus-menerus itu orang yang membuka dirinya untuk hal-hal baru. Sedangkan orang yang berhenti belajar adalah orang yang cepat puas dengan apa yang dimilikinya. Orang seperti ini tertutup terhadap perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Mari kita terus-menerus belajar untuk memiliki keahlian atau ketrampilan yang berguna untuk kesejahteraan bersama. Tuhan memberkati. ** <em><strong>DMP</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antiteori.or.id/2012/01/17/saya-mempunyai-keterbatasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

